Ucapan Selamat Xi Jinping untuk Biden, Tidak Terlalu Cepat Juga Tidak Terlambat

INDOSINPO – Presiden China, Xi Jinping, akhirnya memberi selamat kepada Joe Biden atas kemenangannya dalam pemilihan presiden Amerika Serikat.

Ucapan selamat dari Xi dianggap sebagai pesan yang datang tepat waktu, Rabu (25/11/2020). Sejak Biden dinyatakan menang, China menerapkan sikap hati-hati terhadap hasil pemilihan yang digugat oleh rival Biden, Donald Trump.

Pernyataan dari Xi juga diyakini menandai kemungkinan kembalinya hubungan baru antara kedua kekuatan dunia itu setelah periode ketegangan yang cukup panjang.

Xi tampak mempromosikan hubungan China-AS yang sehat dan stabil, tidak hanya sesuai kepentingan mendasar rakyat kedua negara tetapi juga mewakili harapan bersama dari komunitas internasional.

“Kami berharap kedua belah pihak akan menjunjung tinggi semangat non-konflik, non-konfrontasi, saling menghormati dan saling menguntungkan, fokus pada kerja sama, mengelola perbedaan, mempromosikan perkembangan hubungan China-AS yang sehat dan stabil,” kata Xi.

Di hari yang sama, Wakil Presiden China, Wang Qishan, mengirimkan pesan kepada calon wakil presiden Kamala Harris.

“Ini adalah pesan yang tepat waktu karena otoritas AS telah secara resmi meluncurkan proses transisi, yang juga menunjukkan niat baik China untuk bekerja sama dengan AS,” kata profesor di Institut Hubungan Internasional Universitas Urusan Luar Negeri China, Li Haidong, kepada Global Times.

Ucapan selamat dari China kepada Biden-Harris datang 18 hari setelah media arus utama di AS memproyeksikan Biden sebagai pemenang pemilihan presiden. Dua hari sebelumnya, setelah Administrasi Layanan Umum AS memberi lampu hijau untuk transisi pemerintahan.

Memang agak di luar kebiasaan. Sebelum-sebelumnya, China mengirimkan pesan selamat kepada calon presiden AS yang baru terpilih segera setelah hasil pemilu diumumkan.

“Kekacauan pemilu 2020 membuat China memilih pendekatan yang hati-hati,” kata peneliti di Institut Studi Amerika dari Akademi Ilmu Sosial China, Yuan Zheng, kepada Global Times.

Yuan memprediksi Rusia juga akan segera menyampaikan ucapan selamat kepada Biden-Harris.

Direktur Institute of American Studies di China Institutes of Contemporary International Relations, Da Wei, mengatakan ucapan selamat China kepada Biden tidak terlalu dini juga tak terlalu terlambat. Hasil resmi Pilpres AS sendiri akan diumumkan oleh Kongres AS pada bulan Januari.

Empat tahun lalu, ucapan selamat Xi kepada Donald Trump dikirimkan pada 9 November, sehari setelah Trump memenangkan pemilihan dan Hillary Clinton menerima hasilnya.

Pesan Xi juga datang setelah Kementerian Luar Negeri China pada 13 November menawarkan ucapan selamat kepada Biden dan Harris, yang tidak secara khusus mengatakan mereka memenangkan pemilihan.

Beberapa orang China menganggap Biden sebagai “teman lama”. Kunjungannya ke China di masa lalu membawa kesan positif. Termasuk saat ia menonton pertandingan bola basket, membawa cucunya yang belajar bahasa mandarin ke China dan mengunjungi korban gempa di Provinsi Sichuan, China Barat Daya .

Beberapa pakar politik strategis China mengatakan rasionalitas pemerintahan Biden dapat membantu China dan AS memecahkan dilema saat ini, yang telah membawa hubungan bilateral ke “titik beku”.

Pesan yang dikirim Xi kepada Biden menggarisbawahi pemahaman China tentang hubungan di antara kekuatan utama seperti di era kepemimpinan Obama. Biden bisa dilihat sebagai perpanjangan tangan era Obama.

Berita Populer

Tok! MK Terima Sengketa Pilkada Kabupaten Fakfak

INDOSINPO - Sesuai jadwal tahapan sengketa perkara perselisihan hasil Pilkada 2020 di Mahkamah Konstitusi, hari ini memasuki registrasi terhadap permohonan yang diajukan oleh Pemohon. Dari...

Benda Misterius Tulisan China di Anambas, Roy Suryo: Mirip Argo Float Daripada Sea Glider

INDOSINPO - Penemuan benda menyerupai rudal dengan tulisan China menghebohkan warga di Kecamatan Siantan Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau. Benda berwarna biru dengan...

INTI Hadir di Mamuju-Majene Bantu Korban Gempa

INDOSINPO - Gempa berkekuatan Magnitudo (M) 6,2 mengguncang Provinsi Sulawesi Barat pada Jumat (15/1/2021) dini hari. Gempa yang berpusat di 6 kilometer timur laut Kabupaten...

Berita Terkait

Kasus Pertama Varian Baru COVID-19 Terdeteksi di Singapura

INDOSINPO - Setelah ditemukan di Inggris dan Israel baru-baru ini, varian baru virus corona kini sudah sampai ke Singapura.

Delegasi PWI di WJC 2020: Bersatunya Korea Sulit Tanpa Kesungguhan Pemimpin dari Kedua Negara

INDOSINPO - Perundingan damai antara Korea Utara dan Korea Selatan soal Semenanjung Korea harus dilanjutkan, karena perang sudah berlangsung lama yaitu 70...

Berbalik Melemah, Yuan Turun 132 Basis Poin Terhadap Dolar AS

INDOSINPO - Sistem Perdagangan Valuta Asing China (CFETS) mencatat Yuan melemah 132 basis poin menjadi 6,9980 terhadap dolar AS pada perdagangan Senin,...

China Luncurkan Misi Pengambilan Sampel Bulan yang Bernilai Ilmiah Lebih Besar

INDOSINPO - China meluncurkan pesawat ruang angkasa untuk mengumpulkan dan mengembalikan sampel dari bulan. Roket Long March-5 yang membawa...