Gelombang Empat COVID-19 di Hong Kong Cukup Parah, Beijing Siap Kirim Vaksin

INDOSINPO – Hong Kong dilanda gelombang keempat wabah COVID-19. Pemerintah pusat China di Beijing menyetujui untuk memasok vaksin kepada orang-orang di wilayah administrasi khusus itu.

Pakar kesehatan masyarakat mengatakan China daratan dapat memainkan peran yang lebih penting dalam membantu Hong Kong mengatasi epidemi dan menyelamatkan nyawa banyak orang.

Kemarin, Kepala Eksekutif Wilayah Administratif Khusus Hong Kong (HKSAR), Carrie Lam, mengatakan bahwa pemerintah pusat China telah setuju untuk memasok vaksin kepada warga Hong Kong. Ia juga menyatakan dimulainya kembali pengiriman personel dari China daratan.

Gelombang keempat wabah COVID-19 di Hong Kong kali ini terbilang cukup parah. Tercatat 80 kasus infeksi pada Selasa (24/11/2020) lalu, tertinggi dalam tiga bulan terakhir.

Hong Kong melaporkan 392 kasus baru COVID-19 sejak 11 November. Para ahli kesehatan di sana menyatakan kasus infeksi dari sumber yang tidak diketahui telah melonjak.

Pihak berwenang di Hong Kong dan Beijing percaya bahwa ada rantai transmisi tersembunyi di komunitas warga pulau tersebut. Gelombang keempat ini sangat mungkin dipicu kasus-kasus impor.

Pada Rabu , Lam mengatakan bahwa pemerintah Hong Kong bisa jadi melakukan lagi pengujian komunitas skala besar. Media lokal melaporkan bahwa Hong Kong akan membuka kembali dua rumah sakit darurat untuk merawat pasien usia muda dan bergejala ringan.

Soal vaksin, pemerintah pusat China telah lama merencanakan pemakaian darurat untuk kelompok berisiko tinggi, seperti staf medis, pekerja layanan publik, staf bea cukai bandara. Hong Kong pun dapat belajar banyak dari pengalaman pemerintah pusat untuk mengatasi “gelombang keempat.”

Seorang ahli pernapasan di Rumah Sakit Universitas Peking, Wang Guangfa, mengatakan, Hong Kong dapat memperluas skala pengujiannya dan mencakup kelompok-kelompok kunci. Otoritas di sana juga disarankan memberi level risiko yang berbeda pada daerah-daerah tertentu agar menjadi masukan bagi penduduknya jika hendak bepergian.

“Meningkatnya proporsi kasus yang tidak diketahui sumbernya menunjukkan bahwa Hong Kong perlu melanjutkan upayanya dalam penyelidikan epidemiologi, yang sangat penting untuk menahan epidemi,” kata Wang kepada Global Times.

“Penting untuk mengetahui di mana musuh Anda saat ini jika menyangkut sumber virus,” tambahnya.

Sementara itu, Legislator Hong Kong, Junius Ho Kwan-yiu, menyarankan pemerintah untuk membatasi pergerakan orang di beberapa daerah berisiko tinggi dan menerapkan kode QR kesehatan yang mirip dengan yang dipakai pihak China daratan.

Berita Populer

Tok! MK Terima Sengketa Pilkada Kabupaten Fakfak

INDOSINPO - Sesuai jadwal tahapan sengketa perkara perselisihan hasil Pilkada 2020 di Mahkamah Konstitusi, hari ini memasuki registrasi terhadap permohonan yang diajukan oleh Pemohon. Dari...

Benda Misterius Tulisan China di Anambas, Roy Suryo: Mirip Argo Float Daripada Sea Glider

INDOSINPO - Penemuan benda menyerupai rudal dengan tulisan China menghebohkan warga di Kecamatan Siantan Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau. Benda berwarna biru dengan...

INTI Hadir di Mamuju-Majene Bantu Korban Gempa

INDOSINPO - Gempa berkekuatan Magnitudo (M) 6,2 mengguncang Provinsi Sulawesi Barat pada Jumat (15/1/2021) dini hari. Gempa yang berpusat di 6 kilometer timur laut Kabupaten...

Berita Terkait

Motif Penembakan Pendeta Yunani di Gereja Prancis Masih Belum Jelas

INDOSINPO - Pendeta Ortodoks Yunani, Sabtu (31/10), ditembak hingga luka parah di salah satu gereja di Kota Lyon, Prancis pada Sabtu (31/10/2020).

Ini Satu-satunya Daerah Berisiko Tinggi COVID-19 di China

INDOSINPO - Sebuah desa di Shijiazhuang, Provinsi Hebei, China, menaikkan tingkat tanggap darurat COVID-19 menjadi berisiko tinggi, Selasa (5/1/2021).

Taiwan Buka Kantor Bantuan Kemanusiaan Hong Kong

INDOSINPO - Sehari setelah China mengeluarkan UU keamanan baru untuk Hong Kong, Kantor Layanan dan Pertukaran Taiwan-Hong Kong dibuka, Rabu (1/7/2020).

China Setop Impor Makanan Beku dari 109 Negara

INDOSINPO - Kementerian Kepabeanan China (GAC) mengontak 109 negara pemasok makanan beku untuk menyampaikan penangguhan impor dari negara-negara tersebut setelah ditemukan produk...