Serangan KKB Papua Tewaskan Warga Asli, TNI: Mereka Berusaha Putar Balik Fakta

0
11
Ilustrasi KKB Papua (dok. Puspen TNI)

INDOSINPO – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua berulah lagi. Korbannya warga asli Papua.

Penembakan terjadi pada Jumat (20/11/2020), diduga dilakukan oleh KKB terhadap dua warga asli Papua, di Distrik Sinak menuju Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua.

Dalam siaran pers yang dikirimkan Puspen TNI, kedua korban sempat dilarikan ke Puskesmas Ilaga oleh masyarakat di sekitar tempat kejadian.

Korban bernama Amanus Murib dalam kondisi kritis. Sedangkan korban bernama Atanius Murib meninggal dunia.

Atanius menderita luka parah dan sempat ditangani oleh petugas Puskesmas, namun nyawanya tidak tertolong karena terlalu banyak mengeluarkan darah.

Dari informasi yang beredar dan analisa sementara, penembakan diduga bermotif intimidasi kepada masyarakat karena mereka tidak mendapat dukungan dari masyarakat setempat.

Dalam siaran pers yang sama, Kepala Penerangan Kogabwilhan III, Kol CZI I.G.N. Suriastawa, mengatakan KKB yang menjadi pelaku penembakan terhadap warga sipil di Sinak.

“Dari laporan yang kami terima, penembakan dilakukan KKB,” kata Kolonel CZI Suriastawa.

Menurutnya, KKB berusaha memutarbalikkan fakta dengan menuduh aparat keamanan sebagai pelakunya.

“Motif pemutarbalikan fakta dan playing victim melalui media massa selalu menjadi trik dari kelompok pro KKB dan pendukungnya di dalam dan luar negeri untuk menyudutkan pemerintah Indonesia,” ucapnya dalam keterangan tertulis Puspen TNI.

Korban Pelajar

Sementara itu, Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw menyebutkan dua pelajar menjadi korban penembakan orang tak dikenal (OTK) di Sinak, Kabupaten Puncak.

“Memang benar ada laporan dua pelajar menjadi korban penembakan OTK pada hari Jumat di Sinak, salah seorang di antaranya meninggal dunia,” kata Kapolda Papua kepada Antara di Jayapura, Sabtu.

Namun, polisi belum bisa memastikan siapa pelaku penembakan. Ia sudah memerintahkan penyelidikan kasus tersebut kepada Polres Puncak.

Karena lokasinya yang jauh dan kondisi alam yang berat, menurut Paulus Waterpauw penyelidikan mungkin bakal memakan waktu lama.

Ketika ditanya apakah kedua korban benar-benar berstatus pelajar, Kapolda mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan seperti itu.

“Kedua korban adalah pelajar SMA yang ada di Kabupaten Puncak,” kata Kapolda Papua yang dihubungi melalui telepon selulernya.