Pantjoran PIK, Destinasi Kuliner Legendaris dan Modern di Utara Jakarta

0
69
Seremoni peresmian Peluncuran Pantjoran PIK (Indosinpo/Krispri)

INDOSINPO – Kawasan kuliner Pantjoran PIK yang berlokasi di Golf Island, Pantai Maju, di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara resmi dibuka per hari ini.

Pantjoran PIK persembahan Agung Sedayu Group dan Salim Group hadir menawarkan beragam tempat kuliner yang menggunggah selera. Mulai dari jajanan kaki lima legendaris, hidangan peranakan, hingga menu tradisional.

Adapun Pantjoran PIK yang terinspirasi dari kawasan kuliner di daerah Pancoran Kota, Jakarta Pusat, berlokasi di pesisir Jakarta Utara. Lokasinya terhubung dengan jembatan sepanjang 300 meter dari kawasan Pantai Indah Kapuk dan berdiri di atas lahan seluas 5.500 meter persegi.

“Kami harap hadirnya Pantjoran PIK akan membuka peluang usaha bagi pengusaha lokal, khususnya UMKM Kuliner di Jakarta, serta menyerap lapangan tenaga kerja baru oleh para tenant kami,” ujar CEO Hotels dan Malls Divisi 2 Agung Sedayu Group Natalia Kusumo di acara peresmian Pantjoran PIK, Jumat (20/11/2020).

Bahkan, menurut dia, beberapa tenant yang sebelumnya belum memiliki cabang dan kini membuka di gerai di Pantjoran PIK, menjadi bukti komitmen Agung Sedayu Group, dalam mendukung dan memajukan UMKM di Indonesia.

Disambut dengan gapura ikonik, kawasan kuliner Pantjoran PIK mengurasi deretan restoran dan jajanan yang sudah tak asing bagi penggemar kuliner Indonesia.

Dengan tingkat okupansi tenant yang sudah mencapai 100 persen, Pantjoran PIK hadir sebagai kawasan kuliner yang menjadi rumah bagi merk-merk yang cita rasa kulinernya sudah tidak perlu diragukan lagi. Malah terdapat gerai makanan yang sudah berusia lebih dari tiga generasi. Beberapa di antaranya seperti Wong Fu Kie, Kopi Es Tak Kie, Kari Lam, Ponggol Nasi Lemak, dan Es Pluit Acen.

Tak ketinggalan Kopi Es Tak Kie yang bermula dari sebuah gerobak sederhana di kawasan Petak Sembilan pada tahun 1927, sekarang berhasil regenerasi dan mengikuti perkembangan zaman, namun tetap mempertahankan keasliannya.

Selain itu juga Kari Lam yang kualitas, pelayanan, dan cita rasanya terus bertahan dari tahun ke tahun sejak berdiri pada tahun 1973.

Hadir pula Wong Fu Kie, restoran yang masih berdiri sejak 1925 berkat kelezatan yang dipertahankan dan usaha gigih keluarga selama tiga generasi.

Aneka jajanan seperti roti , kopi, es campur, kuotie, bakpao, chi chong fan, hingga menu yang lebih mengenyangkan seperti nasi campur, nasi hainan, bakmi, lontong, bakso, soto dan bubur, berada dalam satu tempat.

Tak hanya restoran, pengunjung juga bisa mencicipi jajanan dalam bentuk gerobak yang terletak di berbagai titik di area Pantjoran PIK.

Kawasan Pantjoran PIK juga dilengkapi musala untuk pengunjung muslim yang ingin melaksanakan ibadah saat berwisata kuliner.

Instagramable

Didukung oleh arsitektur dan desain interior yang unik dan kental akan suasana Kota Tua, pengunjung dapat mengambil gambar di berbagai Instagramable photo spots yang tersedia, sambil menikmati makanan lezat yang ditawarkan.

Banyak dinding di Pantjoran PIK dihiasi mural artistik, seperti pertandingan kungfu, pasar serba ada, penampilan barongsai, kedai teh, dan tempat penempa pedang. Selain mural, sebanyak 8 diorama hasil karya seniman, Gladys Teo-Simpson tersebar di area Pantjoran PIK.

Diorama tersebut mewakili cerita-cerita menarik tentang budaya dan kawasan Pantjoran yang menginspirasi, yang dapat menjadi hiburan dan sarana edukasi, saat berekreasi kuliner.

Selain itu, pengunjung juga akan disuguhi hiburan mingguan seperti musik guzheng, tarian seribu tangan, barongsai, bahkan olah raga tai chi.

“Kami yakin Pantjoran PIK dapat menjadi pilihan favorit turis lokal dan mancanegara untuk bersantap dan berekreasi, khususnya warga Jakarta,” ucap COO Retail dan Commersial Divisi 2 Agung Sedayu Group Sawitri Setiawan.

Pantjoran PIK dibuka setiap hari, mulai Senin – Minggu pukul 07.00 hingga 23.00 WIB. Di antaranya ada beberapa tenant yang mulai berjualan menu sarapan pagi pada pukul 06.00 WIB.

Pengunjung dapat menikmati beragam menu dari sederetan tenant legendaris dan terkini sebagai berikut Kopi Lay, Lontong Sinar Pagi, Kwetiau 28 Aho, Kari Lam, Ponggol Nasi Lemak, Wong Fu Kie.

Kemudian Pin Grocery, May Star, Kopi Es Tak Kie, Es Pluit Acen, Xiao La Guo, Jiak Po, Kuotie 22 Sunny Sanjaya, Liang Crispy Roll, Bakmi Ajong, Wee Nam Kee, Chen Chu Fang, Mipolo & Yenpao, Nasi Campur & Kari ASAN 333, Baso Ahui, Namy House Vegetarian, Bihun Bebek 75, Pig Me Up, Mie Babat Bakut Encek Sukabumi, Soto Udang Medan Akwang, Woo Yoo, Harum Segar, Bonrich Porridge House, Toko Buah Asan, Duragan, Thai Ancient, Istana Pasir, Fish Village, YU-I Kitchen, Chi Chong Fan Pluit Sakti, Bakmi Gading Permai, Lee Ong’s Tea, Zhang Jia dan Holywings.

Mematuhi protokol terkait COVID-19, Pantjoran PIK menerapkan peraturan khusus seiring dengan berjalannya kondisi new normal. Bagi semua pengunjung dan tenant, diwajibkan pemeriksaan suhu tubuh, mengggunakan masker, dan menjaga jarak antara satu sama lain.

Pihak manajemen juga menyediakan hand sanitizer di berbagai titik strategis di kawasan Pantjoran PIK dalam upaya mendorong pengunjung untuk selalu menjaga kebersihan.

Laporan: Krispri