IPW Dukung Manuver TNI Turunkan Baliho Rizieq Shihab

0
12
Ketua Presidium IPW Neta S. Pane

INDOSINPO – Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi langkah TNI yang menurunkan poster dan baliho Imam Besar ormas Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di berbagai tempat.

“Selain itu, IPW mendukung manuver TNI di wilayah sipil di Petamburan atau di sekitar markas FPI pimpinan Rizieq,” ujar Ketua Presidium IPW Neta S. Pane dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (20/11/2020).

Neta menilai pencabutan poster dan baliho itu seharusnya dilakukan Satpol PP bersama Polri. Sebab berdasarkan ketentuan peraturan daerah (perda) semua pemasangan spanduk, poster, dan baliho harus memiliki izin.

Namun, TNI ternyata berinisiatif untuk turut serta menurunkan poster dan baliho tersebut. Atas hal itu, IPW memberikan apresiasi kepada Pangdam Jaya yang telah memerintahkan anggotanya menurunkan poster maupun baliho Rizieq.

“Jajaran Kodam Jaya diharapkan segera membersihkan semua poster dan baliho Rizieq yang tanpa izin tersebut,” ujar Neta.

Lebih lanjut, Neta menilai bahwa Rizieq Shihab kerap melontarkan pernyataan yang berpotensi mengganggu keutuhan NKRI. Meskipun pernyataan tersebut hanya bersifat ancaman kosong, tetapi dia mengingatkan bahwa massa FPI cenderung radikal sehingga ucapan Rizieq itu berpotensi memicu gangguan keamanan serta mengganggu keutuhan NKRI.

Ucapan dan ancaman tersebut, lanjut Neta, kian riuh tatkala poster dan baliho Rizieq terlihat di berbagai tempat dan tanpa izin, sehingga timbul kesan bahwa Rizieq dan kelompoknya tidak tersentuh hukum.

“Ironisnya, dalam situasi ini jajaran kepolisian hanya berdiam diri. Manuver Rizieq yang melakukan kerumunan massa di tengah pandemi COVID-19 dibiarkan begitu saja oleh pihak kepolisian. Akibatnya Rizieq bebas bermanuver,” ujar Neta.

Neta mengatakan, dalam kondisi yang demikian, menjadi wajar apabila TNI turun tangan mengambil alih pengendalian situasi dengan melakukan manuver di sekitar wilayah Petamburan dan memerintahkan anggotanya mencopoti poster dan baliho Rizieq.

“Semua ini dilakukan TNI demi keutuhan NKRI dari ancaman dan manuver Rizieq maupun FPI. Manuver TNI di sekitar Petamburan dan pencabutan baliho Rizieq ini sekaligus menunjukkan bawah negara tidak boleh kalah oleh pihak-pihak yang bermanuver ingin mengacaukan atau merusak keutuhan NKRI,” kata dia.

Sejak kemarin, beredar sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan sejumlah orang berseragam loreng TNI dengan corak berbeda tengah mencopot baliho bergambar Rizieq Shihab.

Dalam video tersebut dua orang berseragam loreng itu memanjat sisi kanan dan kiri sebuah papan baliho Rizieq Shihab bertuliskan ‘Di Bawah Komando Imam Besar Al Mujahid Habib Al Habib Rizieq Shihab’.

Keduanya lalu memutus tali baliho Rizieq. Kemudian orang-orang di bawahnya menarik poster besar Rizieq hingga terlepas dari baliho.

“Pelepasan banner di RT 1 RW 7, Kelurahan Jatimakmur, penurunan berlangsung aman dan terkendali. Demikian,” suara salah satu pria di video tersebut